Hukum Asuransi Kesehatan Dalam Agama Islam

Bagi anda yang mempunyai polis asuransi kesehatan pastinya sudah mengetahui arti pentingnya jenis asuransi ini dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mengambil asuransi kesehatan. Asuransi ini diikuti sebagai upaya untuk memberikan perlindungan keuangan yang maksimal terhadap anda dari segala sesuatu yang tak terduga di masa mendatang. Misalkan terjadinya kecelakaan atau sakit yang membuat kesehatan terganggu.

Siapa sih yang menjamin manusia tetap hidup sehat? Tentu tak ada jaminan selamanya manusia sehat. Suatu waktu ia bisa sakit dan membutuhkan biaya besar untuk mengobatinya. Di sinilah peran penting asuransi kesehatan konvensional ataupun syariah untuk membiayai semua biaya perawatan dan pengobatan bagi para nasabahnya.

Bagi orang yang paham terhadap agama Islam pastinya bisa mengetahui bahwa dalam asuransi kesehatan konvensional terdapat suatu celah atau unsur untung-untungan. Perusahaan asuransi sebagai penanggung resiko berkewajiban memberikan biaya tanggungan jika nasabahnya mengalami resiko kerugian tak terduga sesuai kesepakatan.

Untuk masalah kesehatan yang dialami oleh nasabahnya maka pihak perusahaan asuransi akan memberikan biaya kesehatan, biaya rawat inap, biaya rawat jalan, biaya bedah atau operasi, dan lain sebagainya. Sehingga nasabah dapat terlayani secara baik ketika ia sedang sakit dan membutuhkan biaya besar dalam pengobatan.

Hukum Asuransi Kesehatan Dalam Agama Islam

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim terhadap pentingnya penerapan nilai-nilai syariah dalam kehidupan sehari-hari membuat mereka bertanya-tanya,”Bagaimana hukum asuransi kesehatan menurut agama Islam?”

Sebelum mengetahui hukum asuransi kesehatan dalam Islam maka kita lebih dulu mengenal apa itu asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan adalah sebuah produk jasa yang memberikan biaya pertanggungan kesehatan termasuk biaya rumah sakit, pengobatan jika suatu saat nasabahnya menderita suatu penyakit kritis. Biaya pertanggungan kesehatan ini diberikan oleh perusahaan asuransi dengan perjanjian sebelumnya sang nasabah membayar premi setiap bulannya.

Nasabah yang ikut serta dalam polis asuransi kesehatan maka ketika ia mengalami penyakit kritis atau kecelakaan yang tak terduga maka segala biaya perawatan dan biaya kesehatan menjadi tanggungjawab pihak perusahaan asuransi. Sehingga keuangan nasabahnya dapat terjaga baik.

Misalkan, anda tergabung dalam suatu polis asuransi kesehatan, ketika anda mengalami musibah kecelakaan di jalan raya yang membuat anda sakit seperti patah tulang pastinya mesti di rawat di rumah sakit. Peran pihak perusahaan asuransi kesehatan akan membiayai semua dana perawatan dan pengobatan di rumah sakit sampai anda benar-benar sembuh.

Tampaklah jelas, ikut serta dalam asuransi kesehatan merupakan langkah bijak dalam mengelola keuangan di masa depan. Anda tak lagi merasa cemas dalam segi keuangan jika suatu saat nanti anda menderita sakit. Karena semua biaya pengobatan, rumah sakit dan kesehatan yang mahal itu akan ditanggung oleh perusahaan asuransi tersebut.

Fatwa MUI Tentang Hukum Asuransi Kesehatan

Betapa pentingnya asuransi kesehatan untuk mengantisipasi keuangan di masa depan. Karena biaya pengobatan dan perawatan sangat mahal. Apalagi di masa tua yang sangat rentan terkena penyakit. Seperti jantung, stroke dll. Semua itu memerlukan biaya besar untuk perawatan dan pengobatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan maka segala biaya kesehatan dapat terpenuhi secara baik.

Namun masih banyak masyarakat yang menganggap kurang pentingnya asuransi kesehatan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi asuransi kesehatan dan keharusan membayar premi bulanan yang cukup memberatkan. Padahal dengan mempunyai asuransi kesehatan berarti seseorang telah melindungi diri sendiri dan keluarga secara baik dari hal tidak terduga yang tak diinginkan.

Keengganan sebagian masyarakat mengikuti asuransi kesehatan juga disebabkan oleh pandangan mereka yang menganggap asuransi kesehatan sebagai sesuatu hal haram atau bertolakbelakang dengan syariat Islam. Karena di dalamnya ada unsur pertanggungan yang tak pasti atau untung-untungan dan merugikan.

Di tengah perkembangan jaman yang semakin canggih membuat lahirlah beberapa produk keuangan yang baru dan mutakhir. Salah satunya asuransi. Pada masa Rasulullah SAW tidak ada yang namanya produk polis asuransi. Produk asuransi kesehatan lahir pada jaman modern hingga saat ini. Lalu bagaimanakah hukum asuransi kesehatan menurut agama Islam?

Baca Juga : Jenis – jenis Asuransi Kesehatan di Indonesia

Berbagai pakar dan ahli agama Islam berbeda pendapat mengenai hukum asuransi. Berdasarkan fatwa MUI sebagai organisasi yang menaungi umat Islam di Indonesia bahwasanya asuransi kesehatan diperbolehkan dalam agama Islam atau tidaklah haram. Hal ini diikuti oleh sebagian besar ulama di tanah air.

Adapun yang menjadi dasar halalnya produk asuransi kesehatan adalah firman Allah SWT :”Hendaklah kalian takut jika meninggalkan anak-anak kalian dalam keadaan lemah.” Allah SWT berfirman :”Janganlah kalian menjerumuskan diri kalian ke dalam kebinasaan.” Firman Allah SWT : “Hai orang-orang beriman bertakwalah dan hendaknya kalian memperhatikan apa yang telah kalian lakukan untuk hari esok”.

Pendek kata, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 2 / DSN-MUI/X/2001 mengenai asuransi kesehatan bahwasanya ajaran Islam tidaklah melarang setiap pemeluknya untuk mengikuti asuransi kesehatan. Bahkan menganjurkan asalkan asuransi kesehatan dijalankan atas dasar saling tolong menolong, keterbukaan keuangan, dan premi yang terkumpul diatur dan dikelola sesuai prinsip-prinsip syariah. Seperti tidak ada unsur penipuan, gharar, judi, dan lain lain yang bertentangan dengan hukum Islam.

Bagaimana Hukum Asuransi Kesehatan Dalam Islam Salaf

Mengenai hukum asuransi kesehatan menurut agama Islam bukanlah hal yang aneh. Persoalan ini sudah muncul sejak keberadaan asuransi di dunia khususnya di Indonesia. Namun sebagian ulama di tanah air ada yang mengharamkan penggunaan asuransi. Sebagian lagi ada yang memberi hukum halal dan ada yang berpendapat syubhat atau samar-samar. Semua itu mempunyai dalil masing-masing. Atas perbedaan pendapat itulah, untuk menghindarkan diri dari hal yang samar samar maka berdirilah beberapa perusahaan asuransi syariah. Yang menerapkan sistem asuransi berdasarkan prinsip prinsip syariah.

Penulis beberapa kali ditawari asuransi kesehatan. Namun semua tak ditanggapi. Pihak perusahaan asuransi selalu memandang dan berpikiran buruk bagi nasabahnya dalam menawarkan layanan polis asuransi. Seolah-olah masa depan setiap manusia sangat buruk. Seperti sangat mungkin terjadi kecelakaan, kebakaran rumah, menderita penyakit tertentu, pemutusan hubungan kerja dan lain sebagainya.

Untuk asuransi kesehatan yang paling khas adalah sewaktu waktu seseorang bisa dalam kondisi sakit dan terkena penyakit kritis. Sehingga sebagai kepala keluarga tidak bisa menafkahi anak istri. Di sinilah pentingnya memiliki asuransi kesehatan untuk membiayai semua biaya perawatan dan pengobatan.

Baca Juga : Asuransi Kesehatan Takaful beserta penjelasannya

Hal yang membuat sebagian ulama memberi hukum haram dan syubhat terhadap asuransi kesehatan sangat banyak. Salah satunya adalah asuransi kesehatan menimbulkan sikap tak yakin kepada janji Allah SWT dan melunturkan sikap tawakkal. Padahal Allah sWT dalam sejumlah firmanNya mengharuskan setiap muslim dan muslimat agar selalu yakin kepada Allah SWT beserta pertolonganNya.

Menurut ulama salaf pada dasarnya hukum asuransi adalah haram. Baik itu  asuransi jiwa, asuransi kebakaran, asuransi mobil, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan dan jenis asuransi lainnya. Dikarenakan adanya unsur spekulasi, ketidakjelasan, ghoror, judi dan riba.

Asuransi kesehatan konvensional mempunyai unsur ketidakjelasan. Misalkan pada akad. Dimana tidak ada waktu yang pasti kapan nasabah mendapatkan klaim. Pengajuan klaim dilakukan pada waktu nasabah mengalami sakit atau menderita suatu penyakit. Sedangkan kecelakaan atau kondisi badan sakit tidak ada yang mengetahui pasti kapan itu terjadi pada diri seseorang. Sangat mungkin nasabah tidak mengalami kecelakaan atau menderita suatu penyakit selama hidupnya. Mungkin ia mengalami sakit bertahun tahun. Sangat mungkin ia sakit setiap tahun. Hal inilah yang termasuk ghoror dalam segi waktu.

Dengan demikian sangat jelas, hukum asuransi kesehatan dalam agama Islam terbagi tiga yaitu halal, haram dan syubhat. Namun yang pasti halal adalah asuransi kesehatan syariah. Anda bisa memilih asuransi kesehatan syariah terbaik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *