Asuransi Paling Murah Premi nya Berapa?

Sering sekali orang menghubungi saya melalui WhatsApp Chat dan bertanya tentang produk asuransi paling murah. Lucunya, mereka pikir membeli asuransi harus paling murah. Kenapa bisa Asuransi Paling Murah? Jawabannya simpel, perencanaan mereka belum matang. Kalau orang sudah punya perencanaan menikah dengan biaya Rp200 juta, beli rumah Rp700 juta beli mobil Rp400 juta, itu bagus, tapi kalau belum jelas pasti bertanya bisa lebih murah lagi ga?

Nah sebenarnya simpel, bisakah Anda mempermurah perencanaan keuangan Anda? Coba murahkan saja biaya nikah Anda Rp200 juta jadikan Rp20 juta, beli rumah Anda Rp700 juta jadikan Rp70 juta, beli mobil Rp400 juta jadikan Rp40 juta. Bisa kok, beli aja yang bekas pakai. Pertanyaan, emang situ mau?

Asuransi itu mengikuti seberapa besar pola perencanaan keuangan Anda, kalau Anda punya perencanaan keuangan yang nominalnya tidak sedikit yah harus disesuaikan, bukan dicari yang paling murah bro and sis! Ibarat baju yang dijual sama orang, harganya cuma Rp30 ribu, murah banget kan? Nah, coba apa itu baju bisa muat ke semua orang? Lah engga lah! Kebutuhan asuransi itu simpel, sesuaikan dengan jumlah perencanaan keuangan Anda nanti, udah ga jaman bro/sis punya asuransi asal punya! sama halnya punya baju yang ga muat cuma buat dipajang jadi ornament doang (pajangan), asuransi itu instrumen (yang fungsinya melindungi perencanaan situ) bukan ornamen (yang cuma bisa dipajang, kalau ditanya: “saya punya kok”, lah tapi manfaatnya ga sesuai dan ga kerasa buat cover risiko situ). Rencanakan produk keuangan Anda dengan matang, khususnya para milenial.

Jadi pada dasarnya membeli produk asuransi harus sesuai dengan kebutuhan kita masing – masing dan setiap manfaat asuransi yang dimiliki seseorang pasti akan berbeda – beda, setelah mengetahui kebutuhan asuransi kita seberapa besar baru lah kita minta tolong Agen Asuransi untuk hitungkan premi bulanan nya yang mesti kita setorkan kepada perusahaan asuransi. Frekuensi pembayaran premi nya juga flexible dari yang bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan jadi kita tinggal kali kan saja premi perbulan nya dengan frekuensi bayar polis asuransi kita nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X