Asuransi Kesehatan Syariah Takaful, Pengertian Dan Review

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa sesuatu tidak akan menggerakkan orang kecuali ia mengetahui apa manfaat baginya. Setelah ia mengetahui manfaat bagi dirinya maka ia melakukan hal yang berguna tersebut dengan penuh semangat. Seperti halnya ketika seseorang mengenal asuransi kesehatan syariah takaful, tidak serta merta orang mengambilnya kecuali ia memahami apa manfaat bagi dirinya.

Asuransi telah memberikan banyak manfaatnya bagi manusia. Khususnya dalam melindungi keuangan di masa mendatang. Seperti asuransi kesehatan yang akan memproteksi semua biaya kesehatan di masa depan. Ketika manusia sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang mahal maka asuransi kesehatan yang akan mengkover semua biaya itu. Sehingga keuangan tidak terganggu dan bobol.

Pengertian Asuransi Kesehatan Takaful

Berdasarkan wikipedia secara bahasa Takaful berarti sikap mengasuh, mencukupi keperluan hidup atau solidaritas yang tinggi. Pada waktu seseorang menderita kekurangan maka satu pihak akan saling membantu dalam mencukupi kebutuhan orang lain atau saling melengkapi yang sangat mendesak tersebut. Pendek kata, takaful secara bahasa yaitu interaksi dua orang atau lebih dalam hubungan mencukupi dan tolong menolong.

Sedangkan menurut istilah adalah suatu asuransi yang disediakan oleh Perusahaan Takaful dalam memberikan perlindungan dana kesehatan, pendidikan, investasi dan tabungan. Dengan demikian, secara istilah asuransi Takaful menjalankan sistem syariah. Baik dalam asuransi pendidikan, jiwa, kesehatan dan kecelakaan.

Review Asuransi Takaful

Asuransi kesehatan syariah Takaful sama seperti jenis asuransi syariah yang lain yaitu menawarkan perlindungan atas suatu musibah yang diderita seseorang seperti sakit atau mendapat kecelakaan sehingga rugi secara keuangan. Dengan adanya asuransi maka nasabah diberikan kompensasi atas kerugian tersebut.

Di tanah air sendiri, awal mula kemunculan asuransi membawa polemik dan perdebatan tersendiri. Ada yang menganggap asuransi hukumnya haram. Dan ada sebagian yang menganggapnya halal. Sedangkan sebagian besar menganggapnya syubhat atau samar samar.

Atas polemik itulah, membuat para pakar cendekiawan muslim mendirikan asuransi syariah yang berlandaskan prinsip prinsip Islam. Seperti asuransi syariah Prudential, Takaful, Manulife dan lain sebagainya.

Untuk asuransi kesehatan yang tidak memenuhi kaidah-kaidah Islam maka disebut asuransi kesehatan konvensional. Dimana asuransi ini tidak berlandaskkan hukum Islam. Namun hanya berfokus pada keuntungan.

Suatu asuransi kesehatan disebut syariah jikalau sudah memenuhi syariat-syariat Islam dan disetujui oleh Dewan Pengawas Syariah Nasional.

Hubungan Asuransi Kesehatan Konvensional Dengan Riba

Sangat berhubungan antara asuransi konvensional dengan riba. Prinsip asuransi konvensional menerapkan pembayaran premi dan prosedur klaim dengan adanya unsur riba yang terdapat di dalamnya.

Contohnya : seorang calon nasabah membeli asuransi kesehatan konvensional dengan biaya premi Rp 1 juta. Uang premi tersebut sebagai jaminan bagi pihak tertanggung untuk mendapatkan layanan kesehatan jika ia sakit atau kecelakaan.

Pihak perusahaan asuransi kesehatan konvensional pastinya tidak mau rugi. Oleh karenanya, mereka melaksanakan analisa suku bunga, kondisi pasar, aktuaria, statistik dan matematis untuk melihat biaya tanggungan yang sesuai dengan faktor resiko.

Jika seseorang menderita sakit maka ia akan mendapatkan kompensasi. Misalkan biaya ganti rugi untuk berobat. Dari sinilah sangat jelas, uang premi yang disetorkan tidak sesuai dengan manfaat yang diberikannya. Sampai biaya pertanggungan ratusan juta rupiah. Inilah yang disebut riba. Dari yang asalnya 100 ribu rupiah menjadi ratusan juta rupiah.

Hal ini berbanding terbalik dengan asuransi kesehatan syariah yang berlandaskan pada asas toleransi dan tolong menolong. Uang premi yang disetorkan oleh para nasabah dikelola oleh perusahaan asuransi. Ketika ada nasabah yang sakit atau mendapatkan kecelakaan maka uang premi yang terkumpul tersebut diberikan pada sang nasabah yang tengah tertimpa musibah sebagai santunan dari hasil hibah.

Pendek kata, perbedaan antara asuransi kesehatan konvensional dan asuransi syariah sangat jelas.

Perbedaan Asuransi Takaful Syariah Dan Konvensional

Aturan asuransi konvensional mengistilahkan dengan membeli polis asuransi. Sedangkan produk pembelian tidak jelas kapan dapat diambil manfaatnya. Sebab seseorang bisa sakit dan bisa tidak. Jual asuransi seperti menjual sesuatu yang tak pasti.

Asuransi konvensional menganggap Asuransi adalah sebuah produk yang diperjualbelikan. Sedangkan dalam asuransi syariah, asuransi adalah bentuk media untuk saling tolong menolong dan investasi serta berkontribusi besar dalam kehidupan masyarakat. Yang sesuai firman Allah SWT : Bertolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan janganlah kamu tolong menolong dalam dosa dan keburukan.”

Sangat mudahnya membedakan suatu asuransi kesehatan konvensional atau syariah. Hal ini bisa dilihat dari beberapa segi, antara lain:

1.Riba

Salah satunya riba. Untuk asuransi kesehatan syariah tidak menerapkan atau mengandung riba. Sebagaimana Allah SWT berfirman : Allah menghalalkan jualbeli dan mengharamkan riba.”

Allah SWT telah mengharamkan riba dalam beberapa ayat di Al Quran yang diperkuat dengan hadits. Dan riba termasuk salah satu dosa besar yang tidak akan terampuni. Mendekati riba saja sudah haram. Apalagi melakukannya.

Rasulullah SAW bersabda bahwa dosa riba itu sebanyak 70 macam. Salah satunya yang terkecil yaitu seumpama seseorang melakukan zina dengan ibu kandung sendiri.

Sedangkan asuransi kesehatan konvensional terkadang mengandung unsur riba yang jelas haram dalam syariat Islam.

Jika kita melihat perkembangan riba dalam sistem perbankan Indonesia sudah menggeroti sudah sangat dalam hingga menyebar ke berbagai aspek lain. Padahal bahaya riba sangat besar secara ekonomi dan negara.

Kesadaran masyarakat Indonesia untuk mendirikan bank syariah dan asuransi syariah melihat kekhawatiran tersebut. Masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam berusaha menghindarkan diri dari bermuamalah menggunakan riba. Sehingga transaksi berjalan berkah dan halal serta mendapatkan ridho Allah SWT.

2.Niat dan akad

Akad asuransi syariah adalah bersifat tabarru atau saling tolong menolong. Yang di dalamnya tak ada unsur riba sama sekali. Sedangkan akad asuransi konvensional yaitu transaksional.

3.Tujuan

Adapun asuransi kesehatan konvensional hanya berorientasi keuntungan. Sedangkan asuransi kesehatan syariah berorientasi kebaikan atau amal disamping laba.

Itulah beberapa perbedaan antara asuransi kesehatan konvensional dengan takaful syariah. Sekilas bagi orang awam sangat sulit untuk membedakannya. Namun jika anda jeli maka anda dapat mengetahui perbedaannya secara nyata.

Akan tetapi seiring dengan banyaknya masyarakat muslim di tanah air yang tertarik untuk mengikuti sesuatu yang berbau syariah. Seperti bank syariah dan asuransi syariah membuat sesuatu yang berujung syariah menjadi laris manis. Namun terkadang suatu produk dinamakan syariah tapi kenyataannya tak syariah. Disinilah perlunya pemahaman mendalam mengenai apa itu, mekanisme dan prosedur sesuatu disebut syariah.

Ilustrasi Asuransi Kesehatan Syariah Takaful

Setiap orang yang mengikuti asuransi syariah takaful bukanlah pihak yang tertanggung. Namun ia adalah pemberi kontribusi besar dengan cara memberikan dana kebaikan setiap bulan secara ikhlas.

Dana akad asuransi kesehatan syariah adalah tabarru. Uang yang terkumpul dikelola oleh perusahaan asuransi syariah Takaful. Yang kemudian membentuk badan pengelola dana asuransi. Dana asuransi bersama dikelola secara baik dan benar serta sesuai prinsip Islam.

Pengelola dana asuransi diberikan upah atas kinerjanya dalam mengelola dana asuransi yang sangat besar tersebut. Mengingat peserta asuransi bukan hanya satu tapi banyak. Sehingga dana yang terkumpul sangat besar.

Pada waktu ada anggota yang mendapatkan musibah maka pihak pengelola dana asuransi atas nama seluruh nasabah memberi bantuan santunan. Sehingga santunan yang diberikan kepada anggota pada dasarnya santunan dari semua peserta asuransi syariah. Pendek kata, seseorang mengikuti asuransi syariah harus dimulai dengan niat ibadah atau membantu sesama disamping mendapatkan benefit dari asuransi itu sendiri jika tertimpa musibah atau sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *