Keputusan Underwriting Yang Perlu Kamu Ketahui

Keputusan underwriting Substandart

Didalam Asuransi istilah Keputusan Underwriting pasti sudah tidak asing lagi untuk kita dengar, pada dasar nya proses underwriting adalah menyeleksi resiko pengajuan polis asuransi yang di ajukan tertanggung atau calon nasabah kepada pihak penanggung yaitu perusahaan asuransi.

Istilah underwriting apabila kita sederhanakan seperti filter atau saringan dengan tujuan menyeleksi dan mengkategorikan kesehatan calon nasabah sesuai dengan profile resiko yang dimiliki oleh calon nasabah tersebut, nanti nya dari hasil ini akan keluar keputusan pengajuan asuransi yang di ajukan tertanggung yang biasa nya dengan hasil pengajuan polis standart, polis substandart, polis postpone (penundaan) dan polis decline (penolakan).

Keputusan dari hasil analisa bagian underwriting tentu saja sudah di analisa oleh para ahli nya karena di dalam bagian underwriting terdapat praktisi asuransi dan dokter yang telah berpengalaman dalam ilmu aktuaris. Proses ini sangat penting di jalankan oleh perusahaan asuransi dan sudah menjadi prosedure wajib yang harus di jalankan sebelum menerima calon nasabah menjadi tertanggung pada perusahaan asuransi untuk bisa diterima menjadi nasabah.

Lalu bagaimana cara nya team underwriting bekerja.? Pada saat pertama pengajuan asuransi tentu saja calon nasabah mengisi data diri dan riwayat kesehatan nya pada formuli pengajuan baik bentuk hard paper maupun bentuk soft digital yang nanti pada akhir nya calon nasabah tersebut menyetujui syarat dan ketentuan yang terdapat di dalam formulir itu dengan membubuhi tanda tangan sebagai hak kuasa sebagai pemegang polis. Dari hasil yang di sampaikan melalui formulir ini lah bagian underwriting menganalisa profile calon nasabah tersebut.

Dari kelengkapan data ini baru lah dianalisa dan mengeluarkan hasil untuk pengajuan nya menjadi polis aktif atau issued, biasanya ketentuan dari hasil itu adalah sebagai berikut ;

  • Polis Standart

Pengajuan asuransi calon nasabah dapat diterima oleh perusahaan asuransi  dan polis akan diterbitkan sesuai dengan komposisi manfaat asuransi dan dengan uang pertanggungan yang tercantum pada ilustrasi manfaat  standart yang sesuai dengan riwayat kesehatan calon nasabah tersebut.

  • Polis Substandart

Pengecualian (Exclusion)

Pengajuan asuransi calon nasabah dapat diterima dengan Premi seperti yang tercantum pada ilustrasi manfaat, tapi dengan pengecualian manfaat tertentu terhadap manfaat asuransi yang biasa nya terdapar riwayat kesehatan yang kurang bagus sehingga pengajuan asuransi nya di kecualikan terhadap penyakit yang telah di jabarkan pada buku polis.

Sebagai contoh : Calon nasabah memiliki riwayat kesehatan pusing Vertigo di kepala dan ingin bermaksud membeli produk asuransi kesehatan, maka setelah di analisa bisa saja manfaat asuransi kesehatan nya tidak bisa mengcover sakit Vertigo dan sakit yang di sebabkan oleh Vertigo berserta komplikasi nya.

Penambahan Premi / Rate Up Extra Premi 

Pengajuan asuransi calon nasabah dapat diterima dengan syarat sebagai berikut:

Membayar Premi yang lebih besar atau dikenakan kenaikan premi dengan Kode Rating tertentu agar mendapatkan uang pertanggungan sesuai dengan yang tercantum di  Ilustrasi standar, atau Membayar Premi sesuai dengan yang tercantum di Ilustrasi standar tapi dengan uang pertanggungan yang diturunkan nilai nya atau jangka waktu pertanggungan/masa pertanggungan pengcoverannya dipersingkat.

  • Penundaan (Postpone)

Pengajuan polis asuransi calon nasabah untuk saat itu  belum dapat diterima oleh perusahaan asuransi, biasa nya karena kondisi kesehatan calon nasabah tersebut kurang baik dan memiliki resiko yang tinggi baik dari riwayat kesehatan nya maupun profile pekerjaan nya dan penundaan ini dalam jangka waktu tertentu dan biasa nya apabila sudah melewati masa penundaan ini calon nasabah bisa mengajukan kembali dengan melihat terhadap riwayat kesehatan atau profile pekerjaan yang telah ada sebelumnya dengan hasil yang membaik dan lebih bagus.

  • Penolakan (Decline)

Pengajuan polis asuransi yang di ajukan oleh calon nasabah tidak dapat diterima oleh karena alasan tertentu, baik alasan medis maupun non-medis. Biasanya terdapat kondisi yang tidak memungkinkan bagi Calon Tertanggung untuk diasuransikan. Ini adalah posisi dimana kita sudah tidak dapat diterima pengajuan polis asuransi, untuk itu sebaiknya miliki polis asuransi kesehatan pada saat kita dalam kondisi sehat kalao sudah berada diposisi seperti ini tentu saja sangat memperihatinkan karena sudah tidak adalagi yang dapat mengcover resiko kita yang akan kelak terjadi kedepannya.

Setelah anda membaca tentang ulasan keputusan underwriting sebaiknya jangan lagi pernah menunda untuk memiliki sebuah perlindungan dari asuransi karena polis asuransi berguna pada saat kita membutuhkan nya dan polis asuransi tidak kita perlukan ketika kita dalam kondisi sehat. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita semua dalam berasuransi.

(1) Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X